11 Mei 2013

MSG Oh MSG


Mono Sodium Glutamat atau yang biasa dikenal dengan MSG, adalah sebuah zat yang merupakan penggabungan antara asam glutamat dan natrium hidruksid. Bahan utamanya adalah asam glutamat berupa asam amino yang dapat ditemui pada tumbuh-tumbuhan, minyak bumi dan juga pada unsur hewani. Di Indonesia sendiri, pembuatan MSG mengambil sumber utama dari sisa gula tebu yang tidak bisa mengkristal lagi. Sedangkan di negara-negara lain yang bukan merupakan daerah penghasil tebu, selain dibuat secara sintetis, MSG juga dibuat dengan bahan dasar kedelai, tapioka, minyak bumi, gandum, dan gulabit. 

Penyedap rasa yang mengandung MSG ini sedianya terbukti dapat memberikan pengaruh yang sangat buruk bagi tubuh manusia. Bahkan, berbagai penelitian yang dilakukan terhadap binatangpun menghasilkan pengaruh buruk yang sama. Sekalipun memang keberadaannya sangat bermanfaat untuk menambah cita rasa makanan. Apalagi bagi persaingan usaha kuliner yang semakin sarat. Banyak pengusaha kuliner yang kemudian memilih untuk menggunakan penyedap rasa ber-MSG agar rasa masakannya menarik lidah para konsumen. Begitu juga dengan para ibu rumah tangga. Sebagian dari mereka tidak atau belum mengetahui bahwa penyedap rasa yang mereka gunakan itu mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh. Dan sebagian yang sudah mengetahui, terpaksa terus menggunakannya untuk mempertahankan cita rasa masakan mereka. 

Padahal, perlu diketahui bahwa MSG dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit radang hati dan menurunkan tingkat kecerdasan seseorang. MSG yang nyatanya bersifat karsingenik menjadi pemicu timbulnya kanker dan dapat merusak jaringan otak jika dikonsumsi berlebih. Bagi anak-anak, konsumsi MSG juga dapat mengganggu penyerapan fosfor dan kalsium sehingga dapat menghambat tumbuh kembang anak. MSG dalam makanan sehari-hari, batas konsumsinya maksimal sebanyak 6 mg/kg berat badan manusia dewasa. Jika terlalu banyak mengonsumsi MSG, seseorang dapat mengalami pusing, mual, muntah-muntah, dan menimbulkan sakit pada daerah dada selayaknya seseorang yang terkena terserang jantung. Selain itu, MSG juga dipercaya turut bertanggung jawab atas timbulnya ragam alergi pada orang yang mengonsumsinya.

Sekalipun menghasilkan cita rasa yang enak pada masakan, diharapkan para ibu dan para penikmat kuliner untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi suatu makanan olahan. Patutlah kita untuk percaya bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Lebih baik membumikan makanan olahan rumah sendiri dan mengurangi bahkan menghindari penggunaan penyedap rasa. Dibandingkan mengonsumsi makanan enak yang sebenarnya memiliki peluang besar untuk merusa tubuh kita. 

Mulai sekarang, anda dapat beralih ke produk penyedap rasa alami tanpa tambahan MSG yang sekarang ini sudah mewabah. Atau bahkan mengolah penyedap rasa sendiri dari sumber-sumber yang alami. Pandai-pandailah mengelola asupan makanan yang anda konsumsi jika terpaksa harus memilih restoran cepat saji atau warung-warung makan. Jangan sampai asupan makanan yang tidak sehat melebihi asupan makanan sehat yang seharusnya anda konsumsi. Sebab, jika bukan anda yang menjaga kesehatan tubuh anda dan keluarga anda, siapa lagi?

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon tinggalkan jejak anda di sini ya... :D